Penelitian Deskriptif dan Jenis-Jenisnya - Informasi Sarjana Penelitian Deskriptif dan Jenis-Jenisnya - Informasi Sarjana -->

Postingan Terbaru

Penelitian Deskriptif dan Jenis-Jenisnya


Istilah deskriptif berasal dari istilah bahasa Inggris to describe yang berarti memaparkan atau menggambarkan sesuatu hal, misalnya keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan dan lain-lain. Dengan demikian yang dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal lain yang sudah disebutkan yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian. Penelitan deskriptif merupakan penelitian paling sederhana, dibandingkan dengan penelitian-penelitian yang lain, karena dalam penelitian ini peneliti tidak melakukan apa-apa terhadap objek atau wilayah yang diteliti. Istilah dalam penelitian, peneliti tidak mengubah, menambah, atau mengadakan manipulasi terhadap objek atau wilayah penelitian. Dalam kegiatan penelitian ini peneliti hanya memotret apa yang terjadi padai diri objek atau wilayah yang diteliti, kemudian memaparkan apa yang terjadi dalam bentuk laporan penelitian secara lugas seperti apa adanya.
Penelitan deskriptif bukan hanya satu jenis kegiatan saja, tetapi terdapat lima (5) jenis yaitu: a) penelitan deskriptif murni atau survei, b)  penelitian korelasi, c) penelitian komparasi, d) penelitian penelusuran (trace study) dan e) penelitian evaluasi.
Berikuti ini adalah penjelasan masing-masing penelitian deskriptif:

  • Penelitian Deskriptif Murni atau Survei

Penelitian deskriptif ini merupakan penelitian yang benar-benar hanya memaparkan apa yang terdapat atau terjadi dalam sebuah kancah, lapangan, atau wilayah tertentu. Data yang terkumpul diklasifikasikan atau dikelompokkan menurut jenis, sifat, atau kondisinya sesudah datanya lengkap kemudian dibuat kesimpulan.
Penelitian deskriptif murni yang dilaksanakan dalam kancah yang luas disebut dengan istilah survei. Jenis penelitian ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya , biasanya dimaksudkan sebgai penelitian pendahuluan yang akan ditindaklanjuti dengan upaya lain misalnya akan membangun dam besar, membangun pasar, dan lainnya. Sehingga survei tersebut merupakan amdal (analisis dampak lingkungan) untuk mengetahui kelayakan suatu tempat untuk dilakukan pembangunan tertentu. Agar pembangunannya aman dan betul, terlebih dahulu dilakukan penelitian terkai dengan keadaan lingkungan, kesepakatan penduduk dan lain sebagainya.

  • Penelitian Korelasi

Penelitian korelasi atau penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan perubahan, tambahan atau manipulasi terhadap data yang memang sudah ada.
Misalnya yang banyak dilakukan oleh mahasiswa yang ingin membantu guru adalah  ingin mengetahui apakah ada korelasi antara kepandaian siswa dalam matematika denggan IPA. Dasar berpikirinya adalah jika siswa pandai dalam matematika, tentunya akan mudah melakukan perhitungan dengan rumus dalam bidang IPA. Mahasiswa tersebut meminjam nilai-nilai matematika dan IPA yang diperoleh siswa, kemudian menggunakan rumus tertentu diketahui besarnya korelasi atau hubungan antara kepandaian matematikan dengan IPA.


Bagi mahasiswa penelitian seperti ini jelas tidak ada nilai kemanfaatannya. Peneliti ini tidak melakukan apa-apa kecuali hanya menghitung besarnya korelasi nilai-nilai yang diperoleh dari guru. Demikian juga andaikata ada guru yang ingin mengetahui hubungan kedua nilai tersebut maka kemanfaatan penelitiannya tidak ada sama sekali. Bagi guru yang membuat karya tulis ilmiah melakukan penelitian seperti ini kemudian dikiri ke tim penilai untuk dinilai, tentu sudah dapat menebak sendiri bahwa KTI nya tidak akan dapat dinilai karean tidak ada kemanfaatannya.

  • Penelitian Komparasi

Kata komparasi dalam bahasa inggris Comparation, yaitu perbandingan. Makna dari kata tersebut menunjukkan bahwa dalam penelitian ini peneliti bermaksud mengadakan perbandingan kondisi yang ada di dua tempat, apakah kedua kondisi tersebut sama atau ada perbedaan, dan kalau ada perbedaan, kondisi di tempat mana yang lebih baik.
Penelitian komparasi sebagaimana dijelaskan tampaknya ada nilai kemanfaatn hanya apabila yang dibandingkan menunjukkan variabel dinamis. Jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan, sebaiknya tidak dijadikan variabel dalam penelitian komparasi karena jika diketahui kelompok mana yang lebih baik, kelompok lain tidak dapat diubah kondisinya. Variabel tersebut merupakan variabel statis. Sebagai contoh variabel dinamis adalah kerajinan dan ketekunan. Jika peneliti membandingkan hasil kerja kelompok orang ekun dan kurang tekun dan hasilnya menunjukkan kelompok orang tekun hasil kerjanya lebih baik, diharapkan pembaca laporan akan tergerak untuk lebih tekun agar hasil kerja mereka menjadi lebih baik.

  • Penelitian penelusuran

Penelitian penelusuran berasal dari kata telusur, yaitu mencermati jalan yang sudah dilalui atau menelusuri apa yang terjadi di masa lalu atau dengan kata lain melacak. Dalam penelitian ini peneliti bermaksud untuk mengetahui hal-hal yang terjadi di masa lalu dan apa akibat masa lalu tersebut pada masa kini. Dengan kata lain, sebetulnya peneliti ingin tahu tentang kefektifan kinerja masa lalu dan dampaknya untuk masa sekarang.

Istilah yang digunakan untuk jenis penelitian ini adalah penelitian evaluatif karena menunjukkan kata sifat sebagaimana kita gunakan istilah penelitian deskriptif. Namun demikian sebenarnya juga tidak salah apabila kita gunakan istilah penelitian evaluasi yang menunjukkan kata benda. Jenis penelitian ini adapat diterapkan pada objek-objek jika peneliti mengetahui kualitas dari suatu kegiatan. Dengan demikian sebetulnya penelitian ini dapat disejajarkan dengan penelitian deskriptif. Bedanya terletak pada syarat yang dipenuhi atau tidak. Penelitian deskriptif pada umumnya hanya memaparkan gambaran yang terjadi pada fenomena yang dalam hal ini kegiatan yang diteliti, kemudian diambil kesimpulan. Sedangkan penelitian evaluatif menuntut persyaratan yang harus dipenuhi yaitu ada kriteria, tolok ukur, atau standar yang digunakan sebagai pembanding bagi data yang diperoleh, setelah data tersebut diolah dan merupakan kondisi nyata dari objek yang diteliti. Kesenjangan antara kondisi nyata dan kondisi harapan yang dinyatakan dalam kriteria itulah yang dicari. Dari kesenjangan tersebut diperoleh gambaran apakah objek yang diteliti sudah sesuai, kurang sesuai, atau tidak sama sekali dengan kriteria.


Anda telah membaca Penelitian Deskriptif dan Jenis-Jenisnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel