Macam-macam Keterampilan Intelektual - Informasi Sarjana Macam-macam Keterampilan Intelektual - Informasi Sarjana -->

Postingan Terbaru

Macam-macam Keterampilan Intelektual

Macam-macam Keterampilan Intelektual
Macam-macam Keterampilan Intelektual
Belajar itu ada beberapa macam. Aneka macam belajar ini, dilatarbelakangi oleh adanya tekanan yang berbeda terhadap aspek belajar, seperti tekanan pada sifat, bentuk keterampilan, proses, tempat belajar, dan lain-lain.

Gagne (1970) membedakan macam-macam belajar, dari keterampilan intelektual yang terkandung di dalamnya. Ia mengemukakan delapan tipe keterampilan intelektual dalam belajar. Kedelapan tipe ini menunjukkan suatu hierarki kecakapan atau keterampilan dari yang paling rendah atau sederhana sampai dengan yang paling tinggi atau kompleks adalam belajar, yaitu: 1) belajar tanda-tanda atau signal learning, 2) belajar hubungan stimulus respons atau stulumus response learning, 3) belajar menguasai rangkaian hal atau chaining learning, 4) belajar hubungan verbal atau verbal association learning, 5) belajar membedakan atau discrimination learning, 6) belajar konsep-konsep atau concept learning, 7) belajar aturan/hukum-hukum atau rule learning dan 8) belajar memecahkan masalah atau problem solving learning.

1) Belajar tanda-tanda atau signal learning, 

merupakan kegiatan belajar yang paling sederhana sebab hanya melibatkan penggunaaan keterampilan atau penguasaan akan tanda-tanda. Anak-anak pada masa bayi dan kanak-kanan banyak melakukan proses belajar. Meskipun dengan tidak berarti bahwa anak yang lebih besar ataupun orang dewasa tidak melakukan tipe belajar ini. Setiap kali orang-orang menghadapi benda baru atau orang asing, ia akan melai dengan belajar tipe ini. Anak yang baru mengenal sebuah pesawat radio akan mulai mengenalnya melalui tanda-tandanya: bentuknya, warnanya, besarnya, bahannya, bunyinya dan sebagainya.

2) Belajar hubungan stimulus respons atau stulumus response learning, 

adalah kegiatan belajar yang berbentuk menjalin hubungan antara suatu rangsangan dengan respons atau jawaban. Belajar stimulus respons bervariasi dari yang paling sederhana seperti mengikuti perintah dan larangan guru sampai dengan yang lebih sukar atau kompleks seperti menjawab pertanyaan atau memecahkan suatu masalah yang diberikan guru.

3) Belajar menguasai rangkaian hal atau chaining learning. 

Suatu perbuatan atau kegiatan berisi suatu rangkaian kegiatan, umpanya belajar menjalankan sebuah mesin jahit, berisi rangkaian kegiatan memasukkan benang, menyetel kedudukan jarum, meletakkan kain, memutarkan roda pemutar, meluruskan jahitan dan sebagainya. Dalam belajar tipe ini, siswa belajar menguasai keseluruhan rangkaian kegiatan dari awal sampai akhir tanpa ada yang terlewat.

4) Belajar hubungan verbal atau verbal association learning, 

dimulai dengan mengenal hubungan antara sebuah benda dengan namanya, kemudian hubungan antara nama dengan nama lain, nama dengan konsep, akhirnya hubungan antara konsep dengan konsep.

5) Belajar membedakan atau discrimination learning, 

sebenarnya berisi pengenalan ciri-ciri atau sifat-sifat sesuatau.  Apabila benda seseorang memiliki ciri-ciri atau sifat sama, maka dikelompokkan sebagai sama atau satu kelompok, bila ciri dan sifat-sifatnya berbeda maka dimasukkan ke dalam kelompok lain, sebagai sesuatu yang berbeda. Atas dasar kesamaan dan perbedaan itu, maka anak belajar mengkategorikan.

6) Belajar konsep-konsep atau concept learning. 

Lima tipe belajar sebelumnya lebih berkenaan konsep, tipe belajar ini bersifat abstrak. Suatu konsep disimpukan dari berbagai situasi, peristiwa, ucapan, dan pemberiannya. Konsep ini berkembang, sejalan dengan pengelaman-pengalaman selanjutnya dalam situasi, peristiwa, perlakuan ataupun kegiatan yang lain, baik yang diperoleh dari bacaan ataupun pengalaman langsung.

7) Belajar aturan/hukum-hukum atau rule learning,

dimulai dengan aturan sederhana, yang dialaminya di rumah dan disekolah, kemudian anak belajar aturan yang lebih formal dan kompleks yang berkenaan dengan kehidupan manusia, seperti aturan hukum berlalu lintas, pemeliharaan lingkungan dan kewajiban-kewajiban sebagai warga masyarakat (membayar iuran, pajak dan sebagainya). Di dalam mata pelajaran tertentu siswa juga belajar aturan atau hukum dari sesuatu teori tertentu, seperti hukum dalam IPA, matematika, ekonomi, dan sebagainya.

8) Belajar memecahkan masalah atau problem solving learning. 

Tahap belajar yang lebih tinggi menurut Gagne adalah belajar pemecahan masalah. Dalam tipe belajar ini siswa diharapakan kepada masalah-masalah. Dalam tipe belajar ini siswa dihadapakan kepada masalah-masalah yang harus dipecahkannya. Pemecahan massalah dapat dilakukan secara kelompok atau secara individual. Kegiatan belajar pemecahan masalah biasanya meliputi lima langkah, yaitu:

  1. mengidentifikasi masalah
  2. merumuskan dan membatasi masalah
  3. menyusun pertanyaan-pertanyaan
  4. mengumpulkan data
  5. merumuskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan serta kesimpulan


Anda telah membaca Macam-macam Keterampilan Intelektual

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel